Islam Is a religion of peace

Islam Is a religion of peace. The name of Islam makes it clear. Islam comes from the same root as the word “Salam”, which means peace, Salam. Today Muslims are full of Salam during prayer.

Let us count:
In every prayer we say Salam in tasyahud and at the end of the prayer.
When we met other Muslims We also say salam
So every day we speak the word peace dozens of time!
A Muslim Should become an agent of peace as the prophet commanded Baca lebih lanjut

Iklan

Jidat Hitam Sebagai Bekas Sujud, Benarkah?

Wajah para sahabat Rasulullah SAW. itu bercahaya, sangat berkilauan, ketika bangkit dari alam kubur pun wajah mereka akan terang benderang seperti purnama rembulan. Inilah yang dinamakan min atsaris sujud (bekas sujud). Jadi bekas sujud (min atsaris sujud) bukan pada jidad yang hitam, karena hitamnya lebih tepat disebut min atsaril karpet (bekas karpet tempat dia sujud, red). Begitupun para wali Allah, mereka takut jika sampai jidad mereka hitam. Takut kalau jidad yang hitam menjadikan riya` (pamer)
Baca lebih lanjut

Sejarah Purworejo

wedang-ronde

Wedan Ronde @Purworejo

Hamparan wilayah yang subur di Jawa Tengah Selatan antara Sungai Progo dan Cingcingguling sejak jaman dahulu kala merupakan kawasan yang dikenal sebagai wilayah yang masuk Kerajaan Galuh. Oleh karena itu menurut Profesor Purbocaraka, wilayah tersebut disebut sebagai wilayah Pagaluhan dan kalau diartikan dalam bahasa Jawa, dinamakan : Pagalihan. Dari nama “Pagalihan” ini lama-lama berubah menjadi : Pagelen dan terakhir menjadi Bagelen. Baca lebih lanjut

“Bersatulah Umat Islam Indonesia”

hasyim-asyari-02Mutaakhir ini, umat Islam mudah sekali terprovokasi dengan banyak isu yang tak penting. Karuan saja menjadi santapan ‘lezat’ bagi mereka yang senang melihat umat Islam tercerai berai. Sebagaimana kita saksikan bersama di jagat maya. Menunjukan betapa keroposnya rasa persatuan dan kesatuan sesama umat Islam. Begitupun dengan para elite pejabat negara dan ulama yang makin hari berjalan sendiri-sendiri. Umat Islam dikalangan bawah pun makin kehilangan rasa kedaiman dan kesejukan. Lantas, bagaiamana membangun masa depan Islam yang berkemajuan dan berperdaban di masa depan? Baca lebih lanjut

Kiai Chudlori Pilih Beli Gamelan daripada Bangun Masjid

Islam adalah agama rahmat. Berdakwah kepada masyarakat seringkali perlu strategi jitu agar memperoleh simpati dari masyarakat. Tidak bisa dengan pendekatan tekstual yang bisa-bisa malah menjauhkan masyarakat dari Islam. Salah satu kisah kearifan dalam berdakwah dilakukan oleh Kiai Chudlori di Pesantren Tegalrejo Magelang yang lebih memilih membeli gamelan daripada membangun masjid.

gamelanjawa

Gamelan Jawa

Baca lebih lanjut

Bersyukur

Sudah banyak manusia yang terlalai dan lupa bersyukur kepada Allah dengan banyaknya nikmat yang diberikan oleh Allah kepadanya. Mereka sudah diberi nikmat yang banyak, alih-alih bertambah syukur kepada Allah tetapi justru mereka malah mengingkarinya dan acuh terhadap nikmat yang telah diberikan Allah kepadanya.

Gambar

Oleh karena itu jika kita dianugerahi nikmat yang banyak tetapi kita tidak mau berfikir siapakah yang telah memberikan nikmat tersebut berarti kebannyakan dari kita lupa akan siapa sebenarnya yang memberlkan nikmat itu. Setidaknya, kita sudah sering mendengar ayat dan terkadang membacanya sendiri yang artinya kurang lebih “Jika kamu sekalian mensyukuri nikmat Allah maka Allah akan menambahi nikmat tersebut, dan sebaliknya jika kamu sekalian mengingkari nikmat tersebut maka sesungguhnya adzab Allah itu sangatlah pedih”

Jika kita mengaku sebagai orang yang beriman kepada Allah dan beriman kepada kitab-kitab Allah maka kita harus meyakini pula bahwa apa yang tertulis di dalam kitab Allah yaitu Al-Qur’an itu benar dan tidak ada yang salah. Oleh karena itu kalau kita sudah mempunyai keyakinan demikian maka kita akan selalu iman dan percaya dengan apa yang tertulis di dalam Al-Qur’an.

Dengan adanya ayat tersebut maka kita akan semakin yakin dan tahu bahwa yang memberikan nikmat tersebut tidak diragukan lagi adalah Allah SWT. Akan tetapi, meskipun ayat Allah itu sudah jelas sejelas sinar mentari tetapi masih banyak juga orang-orang yang lalai akan syukur kepada Allah dan mereka nanti akan teringat kepada Allah ketika sedikit nikmat itu oleh Allah dihilangkan. Dan mereka akan bertambah ingatnya kepada Allah jika nikmat itu dicabut semua oleh Allah kelak. itulah kebannyakan sifat atau watak manusia ketika mereka dilimpahi banyak nikmat dan selanjutnya akan lupa terhadap Sang Pemberi nikmat.

Kita tengok saja sedikit sejarah tentang Fir’aun yang begitu banyak nikmat yang telah diberikan Allah kepadanya. Tetapi nikmat itu tidak menambah kedekatan Fir’aun kepada Allah melainkan justru malah menjauhkan Fir’aun kepada Allah karena tidak kuat atas nikmat yang telah diberikan kepadanya. Akhirnya, Fir’aun pun menjadi sombong bahkan sampai mengaku dirinya sebagai Tuhan. Dan juga cerita si Qorun yang juga tidak kuat terhadap nikmat yang telah diberikan kepadanya sehingga akhirnya ia pun juga mengingkari nikmat Alah yang telah diberikan kepadanya.

Termasuk nikmat yang besar yaitu ketika seorang yang diberi kesempatan untuk mempelajari ilmu agama. karena apa ?… dengan ilmu agama kita akan memperoleh keselamatan baik di dunia maupun di akhirat. Apalagi teman-taman yang masih belajar baik itu di pondok maupun di madrasah, itu juga merupakan anugrah yang besar dari Allah yang telah diberikan kepadanya. Maka dari itu supaya kita memperoleh keselamatan hendaknya kita berusaha untuk memperbanyak mensyukuri nikmat Allah yang telah diberikan kepada kita dan marilah kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari agar kita diridhai oleh Allah atas apa yang telah kita lakukan setiap harinya amin ya robbal alamin…