Amanah

Hilangnya amanah merupakan akar masalah, dunia modern sangat mengandalkan Intelektualitas dalam menjalankan pendidikan mereka persoalan moral  dianggap bukan  dari akademis kegiatan akdemis. Dengan cara berpikir seperi itu produk pendidikan modern hanya melahirkan orang berkeahlian tinggi bukan orang yang bermoral tinggi. Pendidikan di selenggarakan memang untuk memenuhi kebutuhan kerja untuk mencari materi, bukan untuk penyempurnaan hidup, sebagaimana tujuan pendidikan dalam masyarakat traditional dengan tujuan itu maka moralitas, kerendahan hati menjadi perhatian utama pendidikan traditional terutama yang berlatar belakang agama. Baca lebih lanjut

Iklan

IBU

Patemon kulawarga kang kaprah sinebut patemon trah nganti saiki isih lestari ing madyaning bebrayan Jawa. Saben sasi Pasa, sawetara dina salebare riaya ariyadi, patemon trah dadi tradhisi ing maneka papan ing madyaning bebrayan Jawa. Patemon trah biyasane ditekani kabeh kulawarga sing isih kapetung ing sawijining sarasilah. Saka simbah, bapak lan ibu, anak, putu, buyut lan sapiturute. Kepara saka tradhisi patemon trah iki ora sethithik kulawarga sing kasil nemokake garis sarasilah nganti canggah lan gantung siwur, mandhuwur lan mangisor. Amarga wigatine garis sarasilah iki, akeh kedadeyan sawijining kulawarga utawa pawongan ngluru garising trah, garis kulawarga leluhure nganti ing maneka papan, nganti tekan pulo sabrang samodra barang. Baca lebih lanjut

Priyayi

Dalam kebudayaan Jawa, istilah priyayi atau berdarah biru merupakan suatu kelas sosial yang mengacu kepada golongan bangsawan. Suatu golongan tertinggi dalam masyarakat karena memiliki keturunan dari keluarga kerajaan. Golongan priyayi tertinggi disebut Priayi Ageng (bangsawan tinggi). Gelar dalam golongan ini terbagi menjadi bermacam-macam berdasarkan tinggi rendahnya suatu kehormatan. Beberapa gelar dari yang tertinggi hingga dengan hanya satu gelar saja yaitu Raden. Baca lebih lanjut

Traditional java

Acara kegamamaan memang unik dan identik. Tapi jaman sekarang sudah jarang orang – orang kita yang mengadakan acara tersebut, karena mereka pada sibuk dengan kesibukan masing – masing personal. Rebana atau kalau lebih ngetren di purworejo yaitu kencreng. bermain kencreng beda dengan musik yang lain. kencreng sangat erat hubungan nya dengan sholawat, dimana saat bermain kencreng di iringi dengan sholawat. Ini merupakan peninggalan orang orang kuno sehingga masih bisa dimainkan sampi sekarang.kencrengan ini banyak dimainkan saat orang hajatan , hari besar islam; mulud , rojab. ada juga yang digunakan untuk karnaval ( orang jawa menyebutnya arak – arak an ). Baca lebih lanjut

Gotong Royong

Besar kecilnya masalah dapat diibaratkan batu. Masalah kecil seperti kerikil, kalau dibiarkan tidak nyaman di kaki alias keri-keri nèng sikil. Masalah besar seperti gunung, dapat meletus sewaktu-waktu. Ia memuntahkan lahar panas dan lahar dingin. Korban pun bergelimpangan kejèt-kejèt menunggu ajal. Krisis global yang terjadi adalah letusan gunung yang mulai memukul sektor riil. Untuk menyentuh jantung persoalan yang dihadapi oleh sektor ini berbagai cara dapat ditempuh. Misalnya: memberikan insentif bea masuk, memperbaiki layanan kepabeanan, perpajakan, dan menjaga keharmonisan hubungan industrial. Tumpukan masalah akan semakin menggunung apabila tidak ada upaya untuk menggempur gunung itu menjadi bongkahan lebih kecil. Baca lebih lanjut

Gitu aj kok repot

BAGI trio terpidana mati kasus Bom Bali I, Amrozi, Ali Ghufron dan Imam Samudra, dijuluki teroris oleh media massa lokal dan internasional, atau oleh siapapun juga, tidak membuat mereka marah atau kecil hati. Mereka yakin, apa yang mereka lakukan adalah jihad. Sehingga mereka pun yakin Allah akan memberi mereka gelar mujahid.

Bahkan, mereka sama sekali tidak merasa keberatan dengan apapun yang ditempuh pemerintah di dalam menjalankan hukuman mati atas diri mereka. Ditembak mati dengan bedil, dipancung, dialiri listrik, atau cara lainnya, bagi mereka sama saja. Semuanya menuju mati syahid. Bagaimana kita memposisikan Amrozi, Ali Ghufron dan Imam Samudra : Mujahid atau Teroris? Yang jelas, mereka juga manusia.

Sebagai manusia, mereka termasuk yang mempunyai ketaatan kepada ajaran agamanya, mempunyai keseriusan di dalam mendalami ajaran agamanya, mempunyai keberpihakan kepada umat Islam

Kalau toh akhirnya ada yang menilai mereka mengalami distorsi di dalam memaknai dan mempraktekkan jihad, itu urusan mereka dengan Allah. Bagi yang sepaham dengan ‘ijtihad’ mereka, maka Amrozi, Ali Ghufron dan Imam Samudra adalah Mujahid. Sebaliknya, bagi yang tidak sepaham, ketiganya dijuluki Teroris.